Sajak-Sajak Sapardi Djoko Damono
Hujan Bulan Juni
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Hutan Kelabu dalam Hujan
hutan kelabu dalam hujan
lalu kembali kusebut kaupun kekasih
langit dimana berakhir setiap pandangan
bermula kepedihan, rindu itu
temaram temasa padaku semata
memutih dari seribu warna
hujan senandung dalam hutan
lalu kelabu, mengabut nyanyian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar